Namun, “rahasia” yang dihadapi Angel yang bekerja di bagian ritel itu sangat istimewa. Dia adalah CEO perusahan Mitchell Modell yang menyamar sebagai pegawai baru, dan Angel ditugaskan untuk membimbingnya.
CEO sebuah perusahaan grosir bernama Mitchell Modell ini menyamar menjadi seorang pegawai baru di tokonya. Dia pun akhirnya mengikuti bimbingan bagi karyawan baru dari seorang karyawan bernama Angel.
Pihak perusahaan pun telah memberitahu Angel bahwa mereka akan merekam proses pelatihan ini untuk dijadikan dokumentasi perusahaannya, tetapi mereka sama sekali tidak memberitahukan Angel bahwa yang dia bimbing adalah CEO perusahaan tersebut.
Dalam proses pelatihan tersebut, Mitchell menemukan beberapa karyawan di bagian garis depan mengalami masalah, selain itu juga menemukan bahwa Angel secara pribadi juga bekerja sesuai dengan ketentuan perusahaan, sangat ramah terhadap pelanggan.
Angel pun kemudian membawa Mitchell ke gudang dan menanyakan beberapa hal mengenai pekerjaan Mitchell dulu.
Mitchell pun membohongi Angel dengan mengatakan bahwa dulunya dia membuka sebuah toko, namun bangkrut karena usahanya tidak terlalu bagus, dan sekarang jatuh miskin.
Setelah mendengar secara ringkas masa lalunya, Angel berkata : “Meskipun terkadang Anda merasa sedih, tapi selama Anda terus memotivasi diri sendiri, Anda akan merasa bahagia.”
Setelah mendengar pengalaman Angel, Michelle memutuskan untuk bertanya Masa lalu Angel, dan cerita Angel pun membuat Mitchell sangat terkejut.
Angel mengatakan bahwa dulunya dia adalah seorang manajer di sebuah restoran, tetapi di PHK karena mengandung anak yang ketiga. Saat itu ia berusia 25 tahun, dan menggelandang di jalanan bersama ketiga anaknya.
Mereka pernah menahan lapar dan tidur di stasiun kereta api, sampai akhirnya mereka tinggal di tempat penampungan tunawisma. Hingga sekarang Angel tetap berusaha keras dan tidak menyerah pada nasibnya.
Angel berkata sambil menatap wajah Mitchelll yang sedih dan meneteskan air mata. “Tapi tidak masalah bagiku, saya tidak ingin Anda merasa sedih atas apa yang saya alami,” katanya.
Tak lama setelah pelatihan tersebut berakhir, Angel pun mendapatkan surat panggilan untuk bertemu dengan CEO perusahaan.
Pada saat itu, Mitchell pun membuka identitasnya di depan Angel bahwa dia adalah CEO perusahaan tempat dia bekerja, dan sontak saja hal itu pun membuat Angel terperangah !
Mitchell berkata, “Saya sangat sedih jika gaji perusahaan ini tidak cukup membuatmu memiliki rumah, namun, karena kinerja dan pandangan hidupmu, saya memutuskan untuk menambah gajimu menjadi 14.000 dolar AS (189 juta rupiah).
Angel benar-benar tidak percaya setelah mendengar keterangan Mitchell, CEO-nya.
Dan balasan yang akan diberikan Mitchell pada Angel tidak hanya kenaikan gaji, ia mengatakan bahwa setelah pelatihan yang dia jalani bersama Angel pada saat itu.
Dia pun terus berpikir bagaimana caranya untuk membantu Angel, hingga akhirnya dia pun memutuskan untuk memberikan Angel selembar cek bebas pajak, supaya Angel dan anak-anaknya tidak perlu tinggal di tempat penampungan tunawisma lagi.
Nominal yang tertera dalam cek senilai 250.000 dolar AS atau sekitar 3.3 miliar rupiah, Mendengar semua itu, Angel pun sangat kaget sampai kakinya lemas dan jatuh berlutut di depan Mitchell.
Mitchell kemudian mengangkat Angel menjadi asisten manajer. Sementara Angel menggunakan cek tersebut untuk membeli sebuah rumah. Anak-anaknya pun kini tidak perlu lagi hidup sebagai gelandangan.
Angel yang bekerja dengan sepenuh hati ini akhirnya mendapatkan berkah yang tak diduganya.
Alangkah indahnya jika para bos di dunia seperti CEO Mitchell ini, terjun langsung untuk memahami Kondisi para pekerja rendahan, dan entah perubahan apa yang akan terjadi jika memang demikian adanya.(jhn/yant)
Sumber: goodtimes.my




Tidak ada komentar:
Posting Komentar