Selasa, 14 Agustus 2018

Romantisme Kehidupan

Ada yang berbeda enam bulan terakhir ini di kehidupan saya. (Eeh buset, saya tidak menemukan padanan kata yang gak lebih lebay dari kata kehidupan.. ....)
Sejak istri melahirkan , praktis saya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.
Rutinitas saya lebih terasa feel bapak rumahan. Awalnya sempat nyesek juga kehilangan banyak momen bersama teman-teman nongkrong, Tapi apapun itu, belakangan saya sadar bahwa sebaik-sebaik destinasi wisata ternyata gak jauh dari kehangatan keluarga. Apalagi kalo udah dipipisin si kecil, inilah kehangatan dalam arti yang sebenarnya.
Satu hal yang saya syukuri, tidak ada istilah quality time di akhir pekan, karena semua waktu adalah waktu berkualitas saat bisa melihat perkembangan anak dan stand by ketika mereka butuhkan.Toh istilah quality time konon sengaja diciptakan oleh kaum urban untuk menutupi kegagalan mereka atas quantity time yang jarang bisa diraih.
Anjrit, keren banget kan? padahal ini saya copas juga , tapi lupa di mana. hehehhe...
Menjelang jam menunjukkan pukul 08.00, Alkahf (panggilan anak kami) biasanya sudah tidur pulas. Tapi anehnya si kecil ini rutin bangun dan nangis di malam hari, saya duga ini semacam kamuflase untuk mencegah orang tuanya berkoalisi merencanakan adik baru lagi. Entahlah..
Nambah anak, tentunya ada resiko item tambahan dalam anggaran rumah tangga. Ini bisa jadi rumit kalo dibikin rumit, karena rumah tangga itu pada dasarnya udah rumit. Kalo yang sederhana itu bukan rumah tangga namanya, tapi rumah makan. Sebagai karyawan yang entah kapan naik golongan , ini tentu saja jadi tantangan buat saya. Ini juga salah satu alasan mengapa saya berupaya keras menjadi pria tampan, gak lain karena merasa gagal jadi pria mapan.
Gaji sebenarnya sudah lumayan berkecukupan. tapi namanya gajian itu tidak pernah datang sendirian, ia membonceng sekutu bernama tagihan, arisan, dan kreditan.
Tapi untunglah ketemu istri pengertian. tidak ada paksaan untuk mapan, apalagi tampan. Suami tampan dan mapan katanya gak bisa jadi jaminan kebahagiaan, karena yang bisa jadi jaminan itu sertifikat tanah dan BKPB mobil. Halah.. ..
Nah, istri yang begini ini yang membuat suami gak pernah terbersit niat untuk menggandakan, apalagi menjandakan, kecuali maut yang memisahkan. Eeeaa...
Alhamdulillah, melewati tahun pertama pernikahan, kami masih adem, Penggunaan kata "masih" ini tentu saja bukan dengan harapan kelak bakal ada apa-apanya.
Setahun lebih ini sekadar merujuk pada standarisasi keutuhan rumah tangga menurut parameter infotaimen. Alhamdulillah kami udah melewatinya dengan mulus. Romantisme masih terjaga baik. Ke manapun saya pergi, istri selalu setia jadi alarm. Sekadar diingatkan makan, walaupun jarang diingatkan minum. Bersambung……

Selasa, 27 Maret 2018

KIOS DAGANG ONLINE


Apakah Anda sedang mencari peluang usaha yang bisa dikerjakan lewat internet?
Apakah Anda juga sedang berpikir untuk mencari cara memulai bisnis online dan ingin mendapatkan penghasilan tambahan disamping pekerjaan utama Anda?
Atau, Anda memang benar-benar ingin fokus menerjuni jalur bisnis online sebagai sarana untuk mendapatkan sumber penghasilan utama?
Tenang, Anda tidak sendirian…
Banyak orang-orang di luaran sana yang sedang melakukan hal serupa. Termasuk saya…
Internet yang saat ini memunculkan dunia virtual, ternyata mampu mendorong kita untuk membangun bisnis dengan cepat dan dapat dijadikan sumber penghasilan utama.
Nah, disini saya ingin berbagi tentang bisnis ONLINE

APA ITU BISNIS ONLINE ?

Bagi Anda yang masih baru memulai, sebelum kita membahas lebih lanjut, ada baiknya kita coba definiskan dulu apa itu bisnis online.
Menurut saya, bisnis apapun yang dijalankan menggunakan media internet bisa dikatakan BISNIS ONLINE. Jadi arti BISNIS ONLINE itu sendiri memang bisa sangat luas.
Jika kita sudah punya bisnis yang dijalankan secara offline, seperti buka toko baju, toko makanan, toko mainan, atau apapun, kemudian kita buka juga di internet, itu bisa menjadi bisnis online

dimulai pada tahun 2010
Saya masih ingat, dulu waktu pertama kali memulai bisnis online segala sesuatunya tampak seperti absurd. Banyak keraguan…
Lalu, muncul lah pertanyaan-pertanyaan di dalam diri seperti:
Bisa nggak ya bisnis online itu dijalankan?
Cocok apa nggak ya buat saya lakukan?
Langkah apa saja yang perlu saya tempuh supaya bisa jalan?
Berapa modal yang akan dibutuhkan?
… dan segudang pertanyaan lainnya.
Meskipun tidak ada patokan pasti langkah-langkah seperti apa yang sebenarnya harus dilakukan, menurut saya secara singkat ada 5 hal utama yang bisa kita persiapkan.

Apa saja itu?
Berikut ini langkah-langkah cara memulai bisnis online bagi pemula:
Luruskan niat, miliki mindset bisnis yang benar.
Putuskan apa yang mau Anda jual.
Buat website jualan maupun toko online.
Promosikan lapak jualan online Anda.
Cari mentor dan lingkungan yang positif.

1 – Miliki Mindset Bisnis Yang Benar
Pesan ini mungkin mungkin sudah sering Anda dengar.
Tapi ingat, yang hendak Anda lakukan adalah membangun BISNIS. Sehingga memiliki mindset bisnis yang benar dan sikap mental yang positif, adalah PENTING.
Coba Anda baca juga artikel ini, saya sudah menjabarkannya secara lebih detil disini, silahkan klik:
Membangun mindset yang benar tentang bisnis online.
Kita juga harus berpikir untuk membangun aset, dimana aset itu nantinya yang akan bekerja untuk kita.
Jangan sampai ketika kita sudah berhasil membangun usaha sampai susah payah, namun akhirnya mengorbankan hal-hal lainnya hanya karena kesibukan kita mengurus bisnis.
Anda tentunya juga ingin memiliki waktu bersama keluarga, orang-orang tercinta, atau melakukan hal-hal bermanfaat lainnya bukan?
Jika Anda masih bekerja pada bisnis Anda, maka Anda adalah karyawan pada bisnis Anda sendiri. Tetapi jika yang Anda lakukan adalah bagaimana membuat bisnis Anda semakin berkembang, seperti dari 1 menjadi 2, dari 2 menjadi 10, dst, maka Anda adalah pebisnis.
Dan sama seperti jenis bisnis lainnya, ketika Anda memutuskan untuk membangun bisnis online pastinya ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, seperti:
Modal.
Produk yang akan dijual.
Pasar yang akan disasar.
Strategi pemasaran.
Kelangsungan bisnis dan tren bisnis.
Untuk itu, sebelum memikirkan hal-hal tersebut, benahi dulu mindset Anda.
Faktor penentu kesuksesan suatu bisnis, 95% ditentukan oleh kualitas pribadi manusia. Ini adalah hal-hal yang sifatnya non-teknis. Dan sisanya adalah yang sifatnya teknis.
Anda bisa saja mempunyai keahlian membuat suatu web yang canggih, dengan berbagai fitur dan tampilan yang keren. Atau, bisa saja Anda sangat ahli dalam suatu bidang.
Namun jika Anda tidak mempunyai visi terhadap kemampuan Anda, tidak mempunyai semangat untuk belajar dan bertahan, ya sama saja, bisnis Anda akan segitu-segitu saja.
Usahakan supaya bisa memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitar Anda, dan juga bagi kebaikan sesama. Dengan begitu, Anda akan menemukan alasan mengapa Anda berbisnis online.
Tujuan utama kita dalam berbisnis selain mendapatkan penghasilan, juga supaya bisa melayani lebih banyak orang dan lebih bermanfaat bagi

2 – Mulai Dengan Jualan
Langkah kedua, adalah putuskan apa yang mau Anda jual.
Sebelum benar-benar menjalani suatu siklus bisnis, Anda harus berlatih menjual lewat internet terlebih dahulu.
Ya.. JU-A-LAN, JUALAN…!!!
Pikirkan, kira-kira apa yang mau Anda tawarkan ke orang lain lewat media online.
Resepnya, silahkan catat, ini penting…
Ini adalah beberapa tips cara menemukan produk yang akan dijual:
Carilah apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, carilah apa yang dibutuhkan oleh orang-orang di sekitar Anda.
Anda adalah problem solver, Anda adalah pemberi solusi dari permasalahan orang-orang.
Tukar manfaat yang bisa Anda berikan, menjadi sebuah bentuk transaksi yang saling menguntungkan.
Kebanyakan orang salah langkah pada tahapan ini. Mereka terlalu berfokus pada produknya dulu, bukan pada kebutuhan orang-orang. Sehingga bahkan banyak yang tumbang sebelum mencapai penjualan pertama.
Saran saya, lakukanlah riset produk, dan sebisa mungkin carilah produk-produk yang cepat laku dan perputarannya cepat. Artinya banyak yang membutuhkan atau ada pasarnya.
Bukan apa-apa sih, tetapi kalau produk kita yang membutuhkan terlalu sedikit atau pasarnya sempit, biasanya kita akan mudah menyerah karena dagangan tidak kunjung laku. *pengalaman pribadi* ðŸ˜€
Maksud saya, rasanya kegiatan jualan dan bisnis kita akan lebih terasa greget serta menggairahkan jika dikit-dikit HP kita berbunyi atau INBOX email kita penuh dengan email pemesanan produk / jasa kita.
Ya atau ya…?
Mengenai jenis produknya, bisa berbentuk produk fisik, jasa, ataupun digital.
Contoh barang fisik, sabun herbal, obat herbal, jam tangan, smartphone, motor, mobil, makanan, pernak-pernik aksesoris, rumah dan bangunan, dan apa saja yang bisa Anda tangkap.
Contoh produk digital, bisa berupa pulsa, ebook, produk-produk informasi, kursus online, software.
Contoh jasa, bisa dengan menyediakan jasa pembuatan website, jasa online marketing, rental mobil, agen tour & travel, agen umroh & haji, jasa pembayaran tiket pesawat dan kereta api, dan jasa-jasa yang lain.
Tidak usah terlalu detil, yang penting Anda mempunyai gambaran besar mengenai rencana Anda dan memahami pola pemasaran online.
Nah, berdasarkan pengalaman saya juga, langkah pertama ini adalah yang terberat.
Mengapa?
Karena kita harus menyusun konsep usaha, mencari ide, mencari supplier, dan bahkan mau nggak mau juga harus belajar ilmu bisnis.
Biasanya hambatan yang muncul pada fase ini adalah, kadang kita menginginkan segala sesuatu sempurna. Dan bsia ditebak, akhirnya malah nggak jalan-jalan.
Kalau saya boleh memberi masukan, untuk tahap awal ini Anda tidak usah terlalu detil dulu. Anda harus rela untuk menginvestasikan waktu, tenaga, dan mungkin uang, UNTUK BELAJAR.
Mulailah dengan menjual produk orang lain, bisa dengan konsep dropship, reseller, kemitraan dengan produsen, atau sebagai afiliasi produk suatu vendor (affiliate marketing).
Contohnya: jualan pulsa, jualan tiket pesawat dan kereta api, agen perumahan & properti, agen travel, jual baju / produk fashion dengan konsep konsinyasi, jual ebook orang lain, jual aplikasi software suatu vendor, dll.. dll.. banyak banget.
Sehingga pada tahap awal ini Anda tidak dibebani dengan biaya produksi yang besar dan kerugian pun bisa minimal.

Studi Kasus – Bisnis Online PPOB

Kalau Anda sudah membaca sampai di sini, tetapi masih bingung juga dan belum menemukan produk untuk dijual, bisa coba mulai dengan bisnis PPOB.
PPOB merupakan singkatan dari Payment Point Online Bank. Maksudnya adalah layanan pembayaran online menggunakan fasilitas perbankan.
Bisnis PPOB ini unik, karena merupakan kombinasi antara bisnis online dan bisnis offline. Dan Bisnis PPOB ini pun sejatinya adalah bisnis besar. Terbukti banyak sekali situs marketplace (Bukalapak, TokoPedia, dll) juga turut menjalankan bisnis ini.
Bagi yang baru memulai, tidak akan kaget menjalankannya. Sehingga bisa dijadikan batu loncatan dan sarana pembelajaran untuk bisnis online lainnya yang lebih menantang.
Beberapa keuntungan memulai usaha dengan bisnis PPOB, yakni pasarnya jelas, dibutuhkan semua orang, dan bahkan produknya bisa dipakai sendiri. Contohnya: pembayaran Telkom, pembayaran PDAM, tagihan leasing, pembayaran pulsa semua operator, dan sampai pembayaran game online.
Cara menjalankannya pun fleksibel, bisa lewat offline dan online. Bahkan, bagi Anda yang sudah bergabung, juga bisa menjalankan konsep bisnis afiliasi (affiliate marketing) seperti yang tadi sudah saya singgung.
Penasaran? Anda bisa bergabung disini, klik → https://kudo.co.id/?ref=An682e4#registrationhttps://kudo.co.id/?ref=An682e4#registration
Jangan khawatir, untuk bergabung di bisnis ini GRATIS!
Perusahaannya adalah perusahaan yang bergerak di bidang FINTECH (Finansial Technology) yang sudah memiliki sertifikasi e-money dari Bank Indonesia, dan memiliki ISO 27001 untuk keamanan sistem manajamen data.
Silahkan dicoba, semoga cocok yah ðŸ™‚s

Rabu, 20 Desember 2017

Kisah Sukses Pedagang Warungan Beromzet Ratusan Juta

Saat berkunjung ke Balikpapan beberapa waktu lalu, saya diajak patner bisnis saya untuk mencicipi Sop Konro yang uenak sekali. Begitu promosi patner saya tentang masakan yang satu ini. "Tapi jangan kaget ya, tempat nya di gang kecil, sebelah kantor pusat BCA, emperan kaki lima, tapi kesiangan dikit, dijamin ga kebagian..", begitu promosinya pada saya.
Saya yang pada dasarnya emang doyan mencicipi makanan enak, tambah penasaran dengan kuliner ini.
Waktu sampai di lokasi, memang sedikit kaget, karena tempat makan yang satu ini memang benar-benar di gang sempit. "Yang paling enak apa ya, Sop konro atau sop saudara?", begitu tanya saya pada karyawan yang melayani. Saya pun memesan semangkok sop konro, setelah seorang bapak yang sedang makan di dekat saya bilang lebih mantap sop konro nya. 

Bener banget, begitu menyeruput kuahnya pertama kali, langsung terasa maknyus banget... "Wah, tanpa tambahan kecap atau apapun lagi, enak bener nih...", sahutku sambil menoleh ke teman yang mengajak.
Belakangan saya tahu bahwa si bapak yang tadi merekomendasikan tak lain adalah pak Jhony, si pemilik warung Jhony Konro.
Setelah puas menghabiskan seluruh isi sop di mangkuk, Saya pun menghampiri Pak Jhony yang sedang merapikan beberapa barang untuk  ngobrol. Saya penasaran ingin tahu apa rahasia beliau bisa sukses punya warung yang laris manis ini. Sebab beliau buka mulai jam 9-10 pagi, paling sian jam 14 pasti sudah ludes. Bahkan waktu teman saya hendak pesan 1 bungkus untuk dibawa pulang saja sudah ga kebagian, padahal saat itu masih jam 12.30.
Menurut penuturan beliau sudah mulai berdagang sendiri sejak tahun 1994, setelah sebelumnya merantau ke Balikpapan di tahun 1984. Beliau memang asli orang Makasar. 
"Awalnya dulu saya belajar dulu, ikut orang Mas.. saya dulu awal meranta juga kerja macem-macem, mulai kuli bangunan, pedagang asongan sampai jadi sopir truk, .." begitu beliau bercerita. "Intinya saya mau belajar, tapi sejak awal saya sudah putuskan suatu hari saya harus bisa punya usaha sendiri dan mandiri."
"Oya...hebat yaa.." sahut saya. "Trus kenapa sehari cuma jual 300 porsi pak?". Sungguh saya penasaran, kenapa laris begini kok ga mau ditambahin jualannya. Saya jadi ingat cerita Mas Mayong yang juga punya kemiripan.
"Enggak, guru saya sudah pesen, jangan ditambahin, biar orang nyari, besok masih ada lagi kok", begitu jawab Bang Jhony..
Rupanya ini adalah salah satu strategi supaya orang terus penasaran dan terus mencari masakan beliau. Walau Saya yakin bang Jhony tidak pernah ikutan kursus marketing, rupanya jurus-jurus marketingnya lebih jitu ketimbang yang sudah ikutan berbagai macam kelas teori.

Saya coba berhitung sederhana, jika sehari jual 300 porsi, dan harga semangkuk sop Rp. 35.000,- ditambah minuman seharga Rp. 5.000,- (nasi nya gratis lho)... ini artinya per orang minimal mengeluarkan Rp. 40.000,- sekali kesitu. Dalam sehari, omzet minimal kan sudah 12 juta rupiah bukan? Itu belum termasuk menu lainnya. Padahal ada beberapa menu andalan disitu.
Kebayang kan berapa pundi-pundi bang Jhony tiap bulannya?
“Saya karyawan ada 4 orang Mas, sebulan saya gaji 2,4juta. Tempat lain mana ada yang berani? Kenapa Saya buka cuma sampe jam 3 siang? Sengaja biar mereka juga bisa istirahat”, begitu tuturnya jujur.
Bayangkan Anda kerja dari pagi-pagi buta berangkat ke kantor, pulang malam hari, apa iya penghasilannya bisa nandingin Bang Jhony? J Dia bayar karyawan aja sudah 10 juta sendiri lho...
Itulah sebabnya Indonesia perlu lebih banyak entrepreneur, lebih banyak orang yang berjiwa pengusaha, lebih banyak orang yang terbuka terhadap perubahan jaman, bahwa sekarang sudah saatnya menjadi mandiri dan mengatur masa depan kita serta memberikan manfaat buat banyak orang.
Modalnya? Kemauan dan Mimpi yang besar, bukan jumlah tabungan aja. Karena mimpi yang besar bisa membawa Anda kemanapun.

Sumber : https://www.kompasiana.com/trainingbisnis/kisah-sukses-pedagang-warungan-beromzet-ratusan-juta_57a2c461357b613e0c2f30ea

Kisah Pengusaha Kopi Kaya Pura-pura Jadi Tukang Becak Untuk Serahkan Sedekah 300 Juta

Kisah Pengusaha Kopi Kaya Pura-pura Jadi Tukang Becak Untuk Serahkan Sedekah 300 Juta - Sekarang banyak orang yang melihat dari luarnya saja tanpa tahu dalamnya seperti apa, tanpa tahu siapa orang itu sebenarnya, tanpa tahu bahwa sebenarnya itu orang kaya yang berpenampilan sederhana. Pandangan manusia seringkali tertuju pada penampilan maupun harta yang nyata dipakainya. Manusia lebih menghargai mereka yang menaiki mobil mewah, berbusana mahal dan penampilan fisik yang rupawan.



Sementara itu, orang yang memiliki fisik tidak terlalu rupawan, harta yang tidak seberapa serta kendaraan yang apa adanya seringkali menjadi buah ejekan bahkan hinaan. Padahal manusia terbaik dalam pandangan Allah adalah manusia yang memiliki akhlak dan ketakwaan yang baik. Seperti kisah orang kaya yang sederhana berikut ini yang menyumbangkan uang 300 juta untuk pembangunan masjid. Simak kisahnya berikut ini.

Di sebuah daerah perkotaan yang tengah merencanakan pembangunan masjid, Pengurus masjid kekurangan dana dalam mencapai pembangunan tersebut. Segala upaya yang dilakukan sudah dikerahkan sekuat tenaga, namun hanya sedikit saja warga yang mau menyumbang dan itu pun dalam jumlah dana yang kecil sehingga pembangunan yang harusnya bisa beres dalam waktu yang cepat akhirnya harus ditunda dahulu karena kekurangan dana.

Di tengah kebingungan tersebut, ketua panitia pembangunan masjid didatangi oleh seseorang yang menggunakan pakaian yang seadanya. Si ketua panitia segera menjawab salam dan menengok dahulu dari jendela siapakah gerangan yang berkunjung ke rumahnya tersebut. Dengan sifat orang perkotaan yang sedikit melihat materi, si ketua panitia tersebut hanya fokus mengecek apakah tamu yang datang kepadanya menggunakan kendaraan seperti mobil atau motor.

Namun rupanya tamu yang datang tersebut tidak menggunakan kendaraan apapun dan sempat terbesit dalam benak si empunya rumah, “Untuk apa sih orang miskin tersebut datang kesini?”

Karena memang tamu tersebut sudah ada di depan pintu, akhirnya si ketua panitia mempersilakannya untuk masuk dan menyuruhnya untuk duduk. Setelah beberapa menit menanyakan tentang kedatangannya ke kediaman ketua panitia pembangunan masjid, akhirnya tamu tersebut bertanya, “Kira-kira berapa dana yang dibutuhkan Pak untuk pembangunan masjid tersebut?” Karena merasa bahwa tamunya bukanlah orang kaya, dengan ketus dan sedikit meremehkan, si ketua panitia berkata, “Sekitar 300 jutaan sih.”

Setelah mendapatkan jawaban yang diinginkannya, akhirnya tamu tersebut berpamitan dengan sebelumnya memberikan nomor ponsel miliknya. Ia berpesan kepada ketua panitia, “Pak kalo bisa besok atau lusa sempatkan waktu untuk datang ke kantor Agama untuk mengurusi surat-surat pembangunan. Namun sebelum itu sebaiknya bapak menelepon saya terlebih dahulu ke nomor ini. Insyaallah mudah-mudahan ada rezeki untuk pembangunan tersebut.”

Meski sempat sedikit tidak percaya, namun si ketua panitia mengiyakan dan malam harinya ia berkata kepada panitia lainnya tentang kedatangan tamu yang dialaminya sore tadi. Sebagian dari panitia tersebut ada yang berkata ketus, “Sudahlah jangan urusin orang itu. Biarkan saja. Coba, darimana orang tersebut bisa dapat uang segitu untuk pembangunan masjid kita ini?”

Karena omongan beberapa rekannya tersebut, sang ketua panitia akhirnya memutuskan untuk tidak datang ke kantor Agama esok harinya.

Siang harinya, dengan idzin Allah seorang warga yang sekaligus jamaah yang ada di sana ingin mengambil sebuah mobil di show room dan ingin ditemani oleh sang ketua panitia. Maka berangkatlah mereka berdua ke show room yang ternyata berdekatan dengan kantor Agama.

Saat telah selesai mengurus transaksi pengambilan mobil, mereka berdua pun beranjak pulang. Saat melihat ke arah kantor Agama, ketua panitia merasa penasaran dan berkata kepada rekannya tersebut, “Gimana kalau kita datang aja ke kantor Agama da menelepon tamu yang kemarin?” Meski sempat ragu, akhirnya rekannya tersebut mengiyakan juga.

“Assalamualaikum pak ! Gimana jadi mau menyumbangkan untuk pembangunan masjid yang kemarin? Saya tunggu Bapak sampai jam 11 pas. Jika Bapak terlambat, saya tidak akan menunggu karena saya banyak urusan.” Begitulah pernyataan ketua panitia tersebut saat menelepon tamu yang kemarin datang ke rumahnya.

Saat jam menunjukkan pukul 11 lebih 5 menit, keduanya berinisiatif untuk pulang. Namun dari kejauhan tampak sosok tamu yang kemarin datang dan tengah menaiki becak menghampiri kantor Agama.

Ia pun berkata, “Maaf Pak saya sedikit telat. Mari kita sama-sama langsung masuk saja ke kantor Agama.” Mereka pun masuk dengan didahului oleh tamu tersebut.

Saat berada di ruangan yang dituju, tamu yang telah ditunggu oleh ketua panitia dan rekannya tersebut langsung mengeluarkan uang dari tasnya dan menyuruh kepada petugas kantor Agama agar segera menghitungnya dan membuat kwitansi serah terimanya. Dengan santai ia berkata, “Tulis saja sumbangan ini atas nama Hamba Allah dan tidak usah menulis nama saya. Pencatatan ini memang diperlukan sebagai arsip dan memang Allah menyuruh agar setiap transaksi haruslah dicatat, apalagi menyangkut harta benda.”

Yang paling membuat kedua panitia pembangunan masjid terkejut adalah jumlah uang yang dikeluarkan oleh orang tersebut yang berjumlah 300 juta rupiah. Dengan sedikit rasa malu bercampur rendah diri, keduanya menundukkan pandangan karena kemarin dan pas datang tadi mereka sempat meremehkan orang tersebut yang dikira orang miskin.

Namun setelah diselidiki, ternyata sosok sederhana tersebut adalah seorang pengusaha kebun kopi yang sudah memiliki kekayaan melimpah namun tetap tidak sombong dengan kekayaannya.

Subhanallah…. semoga Allah mengkaruniakan rezeki yang melimpah kepada kita semua tanpa sedikit pun membuat kita jauh dari beribadah kepadaNya serta mudah-mudahan dijauhkan dari sikap bermewah-mewahan akan titipan Allah tersebut.

Semoga juga Allah membersihkan hati kita dari memandang seseorang karena materi yang dimilikinya di dunia karena sebaik-baik harta adalah amal shaleh dan ketakwaan yang akan dibawa hingga mati. Amiin

Sumber : http://www.serunik.com/2016/01/kisah-pengusaha-kopi-kaya-pura-pura.html

CEO yang Menyamar Sebagai Pegawai Baru Ini Mendapati Pegawai yang Selalu Memotivasinya Adalah “Seorang Ibu Tunggal Tanpa Rumah” dan Dia pun Jatuh Lemas Setelah Tahu Itu Pimpinannya

Banyak industri jasa harus berurusan dengan apa yang disebut “pelanggan rahasia”, mereka adalah staf yang bertanggung jawab menilai kinerja karyawan yang secara khusus dikirim oleh perusahaan menyelinap tanpa diketahui di antara pelanggan.


Namun, “rahasia” yang dihadapi Angel yang bekerja di bagian ritel itu sangat istimewa. Dia adalah CEO perusahan Mitchell Modell yang menyamar sebagai pegawai baru, dan Angel ditugaskan untuk membimbingnya.

CEO sebuah perusahaan grosir bernama Mitchell Modell ini menyamar menjadi seorang pegawai baru di tokonya. Dia pun akhirnya mengikuti bimbingan bagi karyawan baru dari seorang karyawan bernama Angel.
Pihak perusahaan pun telah memberitahu Angel bahwa mereka akan merekam proses pelatihan ini untuk dijadikan dokumentasi perusahaannya, tetapi mereka sama sekali tidak memberitahukan Angel bahwa yang dia bimbing adalah CEO perusahaan tersebut.
Dalam proses pelatihan tersebut, Mitchell menemukan beberapa karyawan di bagian garis depan mengalami masalah, selain itu juga menemukan bahwa Angel secara pribadi juga bekerja sesuai dengan ketentuan perusahaan, sangat ramah terhadap pelanggan.
Angel pun kemudian membawa Mitchell ke gudang dan menanyakan beberapa hal mengenai pekerjaan Mitchell dulu.

Mitchell pun membohongi Angel dengan mengatakan bahwa dulunya dia membuka sebuah toko, namun bangkrut karena usahanya tidak terlalu bagus, dan sekarang jatuh miskin.
Setelah mendengar secara ringkas masa lalunya, Angel berkata : “Meskipun terkadang Anda merasa sedih, tapi selama Anda terus memotivasi diri sendiri, Anda akan merasa bahagia.”
Setelah mendengar pengalaman Angel, Michelle memutuskan untuk bertanya Masa lalu Angel, dan cerita Angel pun membuat Mitchell sangat terkejut.
Angel mengatakan bahwa dulunya dia adalah seorang manajer di sebuah restoran, tetapi di PHK karena mengandung anak yang ketiga. Saat itu ia berusia 25 tahun, dan menggelandang di jalanan bersama ketiga anaknya.

Mereka pernah menahan lapar dan tidur di stasiun kereta api, sampai akhirnya mereka tinggal di tempat penampungan tunawisma. Hingga sekarang Angel tetap berusaha keras dan tidak menyerah pada nasibnya.
Angel berkata sambil menatap wajah Mitchelll yang sedih dan meneteskan air mata. “Tapi tidak masalah bagiku, saya tidak ingin Anda merasa sedih atas apa yang saya alami,” katanya.

Tak lama setelah pelatihan tersebut berakhir, Angel pun mendapatkan surat panggilan untuk bertemu dengan CEO perusahaan.
Pada saat itu, Mitchell pun membuka identitasnya di depan Angel bahwa dia adalah CEO perusahaan tempat dia bekerja, dan sontak saja hal itu pun membuat Angel terperangah !
Mitchell berkata, “Saya sangat sedih jika gaji perusahaan ini tidak cukup membuatmu memiliki rumah, namun, karena kinerja dan pandangan hidupmu, saya memutuskan untuk menambah gajimu menjadi 14.000 dolar AS (189 juta rupiah).
Angel benar-benar tidak percaya setelah mendengar keterangan Mitchell, CEO-nya.
Dan balasan yang akan diberikan Mitchell pada Angel tidak hanya kenaikan gaji, ia mengatakan bahwa setelah pelatihan yang dia jalani bersama Angel pada saat itu.
Dia pun terus berpikir bagaimana caranya untuk membantu Angel, hingga akhirnya dia pun memutuskan untuk memberikan Angel selembar cek bebas pajak, supaya Angel dan anak-anaknya tidak perlu tinggal di tempat penampungan tunawisma lagi.
Nominal yang tertera dalam cek senilai 250.000 dolar AS atau sekitar 3.3 miliar rupiah, Mendengar semua itu, Angel pun sangat kaget sampai kakinya lemas dan jatuh berlutut di depan Mitchell.
Mitchell kemudian mengangkat Angel menjadi asisten manajer. Sementara Angel menggunakan cek tersebut untuk membeli sebuah rumah. Anak-anaknya pun kini tidak perlu lagi hidup sebagai gelandangan.
Angel yang bekerja dengan sepenuh hati ini akhirnya mendapatkan berkah yang tak diduganya.
Alangkah indahnya jika para bos di dunia seperti CEO Mitchell ini, terjun langsung untuk memahami Kondisi para pekerja rendahan, dan entah perubahan apa yang akan terjadi jika memang demikian adanya.(jhn/yant)
Sumber: goodtimes.my

Selasa, 17 Januari 2017

AKU DAN KOPI HITAM


Gambar terkait

 Kopi Hitam, nampak tidak ada yang istimewa pada dirimu, hitam, pahit dan murahan apabila tidak dikombinasi dengan gula, harusnya engkau berterima kasih pada gula, karna tanpa gula kamu bukan siapa-siapa. Begitupun denganku, engkau tidak pernah ku lirik sedikitpun pada awal aku mengenal kopi, kembali saya katakan engkau pahit dan hitam nampak tidak ada yang istimewa di mataku, baik rasa dan harummu. Tapi disaat aku mulai jenuh dengan kopi kopi yang bisa aku nikmati, aku mencoba untuk menikmatimu, meskipun pada awalnya saya nikmatimu karna tidak kopi lain lagi, tapi seiring waktu, mungkin kamu balas dendam karna cemohanku yang begitu mengiris hatimu, hingga akhirnya kamu membuat aku bertekuk lutut untuk terus mencarimu, jika dalam sehari saja aku tidak menemukanmu, kamu membuat kepalaku seakan mau meledak, yang saya takutkan kapan2 kepalaku meledak, daya ledakannya seperti bom hirosima dan nagasaki yang diledakkan oleh sekutu dan meluluh lantahkan jepang pada pada saat pernang dunia ke 2. Kopi Hitam maaf aku yang dulu, sekarang aku termakan oleh cemohanku diwaktu dulu karna belum mengenalmu, betul tawwa kata pepatah “ tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta” aku hanya menilaimu dari luar, sehingga saya salah menilaimu. betul juga kata orang bijak, “ jangan menilai sesuatu tentang apa yang belum kamu ketahui dan jangan menilai orang lain dari apa yang dikatakan orang. kenali dulu, sehingga jangan seperti saya, yang menilai kopi hitam cuman dari luarnya saja yang nampak hitam dan murahan, karna segala sesuatu pasti memiliki kelebihan.
Kembali saya mengangkat cerita tentang sebuah kesombongan seseorang yang merendahkan derajat orang lain, berikut ceritanya:

JANGAN SOMBONG

 Jangan Sombong

Ada seorang filsuf yang menaiki sebuah perahu kecil ke suatu tempat. Karena merasa bosan dalam perahu, kemudian dia pun mencari pelaut untuk berdiskusi.
Filsuf menanyakan kepada pelaut itu: ” Apakah Anda mengerti filosofi?”
“Tidak mengerti.” Jawab pelaut.
“Wahh, sayang sekali, Anda telah kehilangan setengah dari seluruh kehidupan Anda.
Apakah Anda mengerti matematika?” Filsuf tersebut bertanya lagi.
“Tidak mengerti juga.” Jawab pelaut tersebut.
Filsuf itu, menggelengkan kepalanya seraya berkata:
“Sayang sekali, bahkan Anda tidak mengerti akan matematika.
Berarti Anda telah kehilangan lagi setengah dari kehidupan Anda.”
Tiba-tiba ada ombak besar, membuat perahu tersebut terombang-ambing. Ada beberapa tempat telah kemasukan air,
Perahu tersebut akan tenggelam, filsuf tersebut ketakutan. Seketika, pelaut pun bertanya pada filsuf: ” Tuan, apakah Anda bisa berenang?”
Filsuf dengan cepat menggelengkan kepalanya dan berkata: “Saya tidak bisa, cepat tolonglah saya.”
Pelaut menertawakannya dan berkata: “Berenang Anda tidak bisa, apa arti dari kehidupan Anda? Berarti Anda akan kehilangan seluruh kehidupan Anda.”

Semua orang sebenarnya memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Bangga atas prestasi itu wajar saja, tetapi jangan sampai membuat diri sendiri menjadi sombong maupun angkuh akan prestasi tersebut. Ingatlah, selalu ada yang lebih pintar dari kita. Dan kita juga masih perlu belajar dari kelebihan orang lain.

Jumat, 02 Desember 2016

LOWONGAN PEKERJAAN PT.TIRTA FRESINDO JAYA ( MAYORA GROUP)

Info lowongan pekerjaan PT. TIRTA FRESINDO JAYA ( MAYORA GROUP ) yang beralamat dijalan poros malino km 30 pakkatto Gowa, membuka lowongan pekerjaan bagi lulusan sma, smk d3/s1 tekhnik mesein/listrik. silahkan lamarannya discan dan dikirim via email ke satrya.purnadewi@mayora.coi.d / abdulrachman.emmank@yahoo.com