Selasa, 14 Agustus 2018

Romantisme Kehidupan

Ada yang berbeda enam bulan terakhir ini di kehidupan saya. (Eeh buset, saya tidak menemukan padanan kata yang gak lebih lebay dari kata kehidupan.. ....)
Sejak istri melahirkan , praktis saya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.
Rutinitas saya lebih terasa feel bapak rumahan. Awalnya sempat nyesek juga kehilangan banyak momen bersama teman-teman nongkrong, Tapi apapun itu, belakangan saya sadar bahwa sebaik-sebaik destinasi wisata ternyata gak jauh dari kehangatan keluarga. Apalagi kalo udah dipipisin si kecil, inilah kehangatan dalam arti yang sebenarnya.
Satu hal yang saya syukuri, tidak ada istilah quality time di akhir pekan, karena semua waktu adalah waktu berkualitas saat bisa melihat perkembangan anak dan stand by ketika mereka butuhkan.Toh istilah quality time konon sengaja diciptakan oleh kaum urban untuk menutupi kegagalan mereka atas quantity time yang jarang bisa diraih.
Anjrit, keren banget kan? padahal ini saya copas juga , tapi lupa di mana. hehehhe...
Menjelang jam menunjukkan pukul 08.00, Alkahf (panggilan anak kami) biasanya sudah tidur pulas. Tapi anehnya si kecil ini rutin bangun dan nangis di malam hari, saya duga ini semacam kamuflase untuk mencegah orang tuanya berkoalisi merencanakan adik baru lagi. Entahlah..
Nambah anak, tentunya ada resiko item tambahan dalam anggaran rumah tangga. Ini bisa jadi rumit kalo dibikin rumit, karena rumah tangga itu pada dasarnya udah rumit. Kalo yang sederhana itu bukan rumah tangga namanya, tapi rumah makan. Sebagai karyawan yang entah kapan naik golongan , ini tentu saja jadi tantangan buat saya. Ini juga salah satu alasan mengapa saya berupaya keras menjadi pria tampan, gak lain karena merasa gagal jadi pria mapan.
Gaji sebenarnya sudah lumayan berkecukupan. tapi namanya gajian itu tidak pernah datang sendirian, ia membonceng sekutu bernama tagihan, arisan, dan kreditan.
Tapi untunglah ketemu istri pengertian. tidak ada paksaan untuk mapan, apalagi tampan. Suami tampan dan mapan katanya gak bisa jadi jaminan kebahagiaan, karena yang bisa jadi jaminan itu sertifikat tanah dan BKPB mobil. Halah.. ..
Nah, istri yang begini ini yang membuat suami gak pernah terbersit niat untuk menggandakan, apalagi menjandakan, kecuali maut yang memisahkan. Eeeaa...
Alhamdulillah, melewati tahun pertama pernikahan, kami masih adem, Penggunaan kata "masih" ini tentu saja bukan dengan harapan kelak bakal ada apa-apanya.
Setahun lebih ini sekadar merujuk pada standarisasi keutuhan rumah tangga menurut parameter infotaimen. Alhamdulillah kami udah melewatinya dengan mulus. Romantisme masih terjaga baik. Ke manapun saya pergi, istri selalu setia jadi alarm. Sekadar diingatkan makan, walaupun jarang diingatkan minum. Bersambung……

Selasa, 27 Maret 2018

KIOS DAGANG ONLINE


Apakah Anda sedang mencari peluang usaha yang bisa dikerjakan lewat internet?
Apakah Anda juga sedang berpikir untuk mencari cara memulai bisnis online dan ingin mendapatkan penghasilan tambahan disamping pekerjaan utama Anda?
Atau, Anda memang benar-benar ingin fokus menerjuni jalur bisnis online sebagai sarana untuk mendapatkan sumber penghasilan utama?
Tenang, Anda tidak sendirian…
Banyak orang-orang di luaran sana yang sedang melakukan hal serupa. Termasuk saya…
Internet yang saat ini memunculkan dunia virtual, ternyata mampu mendorong kita untuk membangun bisnis dengan cepat dan dapat dijadikan sumber penghasilan utama.
Nah, disini saya ingin berbagi tentang bisnis ONLINE

APA ITU BISNIS ONLINE ?

Bagi Anda yang masih baru memulai, sebelum kita membahas lebih lanjut, ada baiknya kita coba definiskan dulu apa itu bisnis online.
Menurut saya, bisnis apapun yang dijalankan menggunakan media internet bisa dikatakan BISNIS ONLINE. Jadi arti BISNIS ONLINE itu sendiri memang bisa sangat luas.
Jika kita sudah punya bisnis yang dijalankan secara offline, seperti buka toko baju, toko makanan, toko mainan, atau apapun, kemudian kita buka juga di internet, itu bisa menjadi bisnis online

dimulai pada tahun 2010
Saya masih ingat, dulu waktu pertama kali memulai bisnis online segala sesuatunya tampak seperti absurd. Banyak keraguan…
Lalu, muncul lah pertanyaan-pertanyaan di dalam diri seperti:
Bisa nggak ya bisnis online itu dijalankan?
Cocok apa nggak ya buat saya lakukan?
Langkah apa saja yang perlu saya tempuh supaya bisa jalan?
Berapa modal yang akan dibutuhkan?
… dan segudang pertanyaan lainnya.
Meskipun tidak ada patokan pasti langkah-langkah seperti apa yang sebenarnya harus dilakukan, menurut saya secara singkat ada 5 hal utama yang bisa kita persiapkan.

Apa saja itu?
Berikut ini langkah-langkah cara memulai bisnis online bagi pemula:
Luruskan niat, miliki mindset bisnis yang benar.
Putuskan apa yang mau Anda jual.
Buat website jualan maupun toko online.
Promosikan lapak jualan online Anda.
Cari mentor dan lingkungan yang positif.

1 – Miliki Mindset Bisnis Yang Benar
Pesan ini mungkin mungkin sudah sering Anda dengar.
Tapi ingat, yang hendak Anda lakukan adalah membangun BISNIS. Sehingga memiliki mindset bisnis yang benar dan sikap mental yang positif, adalah PENTING.
Coba Anda baca juga artikel ini, saya sudah menjabarkannya secara lebih detil disini, silahkan klik:
Membangun mindset yang benar tentang bisnis online.
Kita juga harus berpikir untuk membangun aset, dimana aset itu nantinya yang akan bekerja untuk kita.
Jangan sampai ketika kita sudah berhasil membangun usaha sampai susah payah, namun akhirnya mengorbankan hal-hal lainnya hanya karena kesibukan kita mengurus bisnis.
Anda tentunya juga ingin memiliki waktu bersama keluarga, orang-orang tercinta, atau melakukan hal-hal bermanfaat lainnya bukan?
Jika Anda masih bekerja pada bisnis Anda, maka Anda adalah karyawan pada bisnis Anda sendiri. Tetapi jika yang Anda lakukan adalah bagaimana membuat bisnis Anda semakin berkembang, seperti dari 1 menjadi 2, dari 2 menjadi 10, dst, maka Anda adalah pebisnis.
Dan sama seperti jenis bisnis lainnya, ketika Anda memutuskan untuk membangun bisnis online pastinya ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, seperti:
Modal.
Produk yang akan dijual.
Pasar yang akan disasar.
Strategi pemasaran.
Kelangsungan bisnis dan tren bisnis.
Untuk itu, sebelum memikirkan hal-hal tersebut, benahi dulu mindset Anda.
Faktor penentu kesuksesan suatu bisnis, 95% ditentukan oleh kualitas pribadi manusia. Ini adalah hal-hal yang sifatnya non-teknis. Dan sisanya adalah yang sifatnya teknis.
Anda bisa saja mempunyai keahlian membuat suatu web yang canggih, dengan berbagai fitur dan tampilan yang keren. Atau, bisa saja Anda sangat ahli dalam suatu bidang.
Namun jika Anda tidak mempunyai visi terhadap kemampuan Anda, tidak mempunyai semangat untuk belajar dan bertahan, ya sama saja, bisnis Anda akan segitu-segitu saja.
Usahakan supaya bisa memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitar Anda, dan juga bagi kebaikan sesama. Dengan begitu, Anda akan menemukan alasan mengapa Anda berbisnis online.
Tujuan utama kita dalam berbisnis selain mendapatkan penghasilan, juga supaya bisa melayani lebih banyak orang dan lebih bermanfaat bagi

2 – Mulai Dengan Jualan
Langkah kedua, adalah putuskan apa yang mau Anda jual.
Sebelum benar-benar menjalani suatu siklus bisnis, Anda harus berlatih menjual lewat internet terlebih dahulu.
Ya.. JU-A-LAN, JUALAN…!!!
Pikirkan, kira-kira apa yang mau Anda tawarkan ke orang lain lewat media online.
Resepnya, silahkan catat, ini penting…
Ini adalah beberapa tips cara menemukan produk yang akan dijual:
Carilah apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, carilah apa yang dibutuhkan oleh orang-orang di sekitar Anda.
Anda adalah problem solver, Anda adalah pemberi solusi dari permasalahan orang-orang.
Tukar manfaat yang bisa Anda berikan, menjadi sebuah bentuk transaksi yang saling menguntungkan.
Kebanyakan orang salah langkah pada tahapan ini. Mereka terlalu berfokus pada produknya dulu, bukan pada kebutuhan orang-orang. Sehingga bahkan banyak yang tumbang sebelum mencapai penjualan pertama.
Saran saya, lakukanlah riset produk, dan sebisa mungkin carilah produk-produk yang cepat laku dan perputarannya cepat. Artinya banyak yang membutuhkan atau ada pasarnya.
Bukan apa-apa sih, tetapi kalau produk kita yang membutuhkan terlalu sedikit atau pasarnya sempit, biasanya kita akan mudah menyerah karena dagangan tidak kunjung laku. *pengalaman pribadi* ðŸ˜€
Maksud saya, rasanya kegiatan jualan dan bisnis kita akan lebih terasa greget serta menggairahkan jika dikit-dikit HP kita berbunyi atau INBOX email kita penuh dengan email pemesanan produk / jasa kita.
Ya atau ya…?
Mengenai jenis produknya, bisa berbentuk produk fisik, jasa, ataupun digital.
Contoh barang fisik, sabun herbal, obat herbal, jam tangan, smartphone, motor, mobil, makanan, pernak-pernik aksesoris, rumah dan bangunan, dan apa saja yang bisa Anda tangkap.
Contoh produk digital, bisa berupa pulsa, ebook, produk-produk informasi, kursus online, software.
Contoh jasa, bisa dengan menyediakan jasa pembuatan website, jasa online marketing, rental mobil, agen tour & travel, agen umroh & haji, jasa pembayaran tiket pesawat dan kereta api, dan jasa-jasa yang lain.
Tidak usah terlalu detil, yang penting Anda mempunyai gambaran besar mengenai rencana Anda dan memahami pola pemasaran online.
Nah, berdasarkan pengalaman saya juga, langkah pertama ini adalah yang terberat.
Mengapa?
Karena kita harus menyusun konsep usaha, mencari ide, mencari supplier, dan bahkan mau nggak mau juga harus belajar ilmu bisnis.
Biasanya hambatan yang muncul pada fase ini adalah, kadang kita menginginkan segala sesuatu sempurna. Dan bsia ditebak, akhirnya malah nggak jalan-jalan.
Kalau saya boleh memberi masukan, untuk tahap awal ini Anda tidak usah terlalu detil dulu. Anda harus rela untuk menginvestasikan waktu, tenaga, dan mungkin uang, UNTUK BELAJAR.
Mulailah dengan menjual produk orang lain, bisa dengan konsep dropship, reseller, kemitraan dengan produsen, atau sebagai afiliasi produk suatu vendor (affiliate marketing).
Contohnya: jualan pulsa, jualan tiket pesawat dan kereta api, agen perumahan & properti, agen travel, jual baju / produk fashion dengan konsep konsinyasi, jual ebook orang lain, jual aplikasi software suatu vendor, dll.. dll.. banyak banget.
Sehingga pada tahap awal ini Anda tidak dibebani dengan biaya produksi yang besar dan kerugian pun bisa minimal.

Studi Kasus – Bisnis Online PPOB

Kalau Anda sudah membaca sampai di sini, tetapi masih bingung juga dan belum menemukan produk untuk dijual, bisa coba mulai dengan bisnis PPOB.
PPOB merupakan singkatan dari Payment Point Online Bank. Maksudnya adalah layanan pembayaran online menggunakan fasilitas perbankan.
Bisnis PPOB ini unik, karena merupakan kombinasi antara bisnis online dan bisnis offline. Dan Bisnis PPOB ini pun sejatinya adalah bisnis besar. Terbukti banyak sekali situs marketplace (Bukalapak, TokoPedia, dll) juga turut menjalankan bisnis ini.
Bagi yang baru memulai, tidak akan kaget menjalankannya. Sehingga bisa dijadikan batu loncatan dan sarana pembelajaran untuk bisnis online lainnya yang lebih menantang.
Beberapa keuntungan memulai usaha dengan bisnis PPOB, yakni pasarnya jelas, dibutuhkan semua orang, dan bahkan produknya bisa dipakai sendiri. Contohnya: pembayaran Telkom, pembayaran PDAM, tagihan leasing, pembayaran pulsa semua operator, dan sampai pembayaran game online.
Cara menjalankannya pun fleksibel, bisa lewat offline dan online. Bahkan, bagi Anda yang sudah bergabung, juga bisa menjalankan konsep bisnis afiliasi (affiliate marketing) seperti yang tadi sudah saya singgung.
Penasaran? Anda bisa bergabung disini, klik → https://kudo.co.id/?ref=An682e4#registrationhttps://kudo.co.id/?ref=An682e4#registration
Jangan khawatir, untuk bergabung di bisnis ini GRATIS!
Perusahaannya adalah perusahaan yang bergerak di bidang FINTECH (Finansial Technology) yang sudah memiliki sertifikasi e-money dari Bank Indonesia, dan memiliki ISO 27001 untuk keamanan sistem manajamen data.
Silahkan dicoba, semoga cocok yah ðŸ™‚s